Detail Berita

Perpustakaan Nasional RI dan Kementerian Pertanian RI Tingkatkan Kerja Sama dalam Bidang Perpustakaan melalui Penandatanganan PKS dan Pelaksanaan FGD


Penulis : Gibran Bima Ghafara
Editor : Dedy Junaedhi Laisa

Bogor - Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kementerian Pertanian RI (Kementan) sebagai bentuk tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Perpusnas dan Kementan pada 3 Maret 2020. Penandatanganan PKS dan FGD tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 24 September 2021 bertempat di Kantor Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), Jl. Ir. H. Juanda No. 20, Bogor, Jawa Barat.

 

Dalam penandatanganan PKS ini Perpusnas diwakili oleh Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Emyati Tangke Lembang, Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Sri Marganingsih, dan Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Supriyanto. Sementara itu Kementan diwakili oleh Kepala PUSTAKA Dr. Ir. Abdul Basit, M.S.

 

“Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Perpusnas dan Kementan perlu diturunkan menjadi perjanjian kerja sama yang mengatur tentang pengembangan koleksi perpustakaan, pengembangan sumber daya manusia perpustakaan, akreditasi perpustakaan, dan pengelolaan karya cetak dan karya rekam (KCKR) di lingkungan Kementan”, demikian diungkapkan oleh Sri Marganingsih pada saat membuka acara sekaligus menjadi moderator FGD.

 

Dr. Ir. Abdul Basit, M.S. dalam paparannya menjelaskan bahwa melalui PKS ini dapat memperkuat kegiatan PUSTAKA yang telah dimuat dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementan Tahun 2022, yaitu salah satunya memperkuat perpustakaan digital, dengan koleksi yang terhubung dengan Perpusnas, baik dalam bentuk e-resources maupun interoperabilitas.

 

Emyati menambahkan bahwa dengan ditandatanganinya PKS ini, Direktorat Deposit Pengembangan Koleksi Perpustakaan dan PUSTAKA bekerja sama dalam bidang pengembangan koleksi KCKR di bidang pertanian dan pengumpulan koleksi yang dipublikasikan di lingkungan Kementan, baik dalam bentuk cetak, digital, maupun interoperabilitas.

 

Sementara itu dalam FGD dipaparkan bahwa terdapat 96 perpustakaan khusus yang ada di dalam lingkungan Kementan dan tersebar di seluruh indonesia, serta baru ada 4 (empat) perpustakaan yang telah diakreditasi. Supriyanto berharap melalui PKS ini dapat meningkatkan jumlah perpustakaan di lingkungan Kementan yang menyusul terakreditasi.

Berita Lainnya