Affaf: Menjaga Kesucian Diri

Resensi, Karya Cetak, Hasil Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam

Deskripsi

DATA BIBLIOGRAFIS

Judul Buku       : Affaf: Menjaga Kesucian Diri

Pengarang        : Muhammad bin Riyadh al-Atsari

Penerbitan        : Solo, Tinta Medina, 2016

Deskripsi Fisik : x, 326 hlm.; 21 cm.

ISBN                : 978-602-0894-35-5

No Panggil       : 297.615 22 MUH a / CB-D.12 2016-6089

 

RESENSI

Buku Affaf: Menjaga Kesucian Diri memuat konten tentang isu-isu perempuan, terutama dari perspektif Islam. Buku ini membatasi pembahasannya pada kisah-kisah perempuan Muslim yang terlibat dalam isu-isu yang mengancam kesucian mereka, dan memberikan gambaran tentang perilaku dan perilaku yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kesucian diri seorang wanita Muslim. menyerang atau bertentangan dengan hak kebebasan perempuan Muslim. Di sisi lain, penulis berusaha menunjukkan bagaimana setiap wanita muslimah bisa sukses baik di dunia maupun di akhirat. Dalam Islam, wanita adalah “permata dunia” yang harus dihormati. Banyak hal di dunia ini yang sebenarnya tidak diharamkan bagi wanita muslimah, namun ternyata perbuatan tersebut jika tidak hati-hati, perlahan bisa menyeret wanita ke jurang kemaksiatan.

Ada tiga puluh tiga (33) tema utama yang dijelaskan dengan cukup rinci oleh penulis. Tema ini disertai dengan argumen yang valid dari Al-Qur'an dan Hadits Rasul yang mendukung penjelasan tersebut. Beberapa pembahasan tersebut berkisar pada praktik wanita muslimah yang notabene cenderung menjerumuskan diri ke dalam lubang kemaksiatan. Ada pula hal-hal sepele dan adat yang dianggap benar tetapi sebenarnya salah dan bahkan dilarang oleh wanita muslim. Menggunakan wewangian atau wewangian ketika keluar rumah dan bepergian adalah hal yang sepele, tetapi dilarang bagi wanita muslimah. Islam tidak melarang atau mendukung sesuatu tanpa alasan yang baik. Segala aturan dan ketentuan yang dibuat oleh Allah SWT selalu untuk kepentingan hamba-Nya sendiri. Penggunaan wewangian ketika meninggalkan rumah bagi seorang wanita, baik secara sadar atau sengaja, dapat menimbulkan hasrat pada lawan jenisnya yang bukan mahram.

Dalam buku ini terdapat juga diskusi tentang kewajiban wanita Muslim. Misalnya, keharusan memakai hijab. Saat ini, banyak wanita muslimah yang percaya bahwa "hijab" terserah pada kehendak wanita tersebut. Sebenarnya ini adalah perintah Allah, baik siap atau tidak, tetapi harus diikuti dan dijalankan oleh semua wanita muslimah. dengan hukum Islam. Karena wanita Muslim sering berpakaian jorok, ungkapan "berpakaian tapi telanjang" tampaknya banyak digunakan saat ini. Wanita Muslim tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan Tabarji, yang dilarang oleh Allah SWT.

Selain isu-isu terkait “body exposure” yang dianggap biasa bagi perempuan muslim, ada kontroversi lain yang mengiringi muslimah pada periode ini, yaitu ikatan antara perempuan dan laki-laki yang tidak mengenal batas. Dari remaja putri hingga dewasa, tidak ada salahnya bergaul dan berinteraksi dengan teman sesama jenis atau lawan jenis. Namun, hubungan persahabatan antara perempuan dan laki-laki sering mengabaikan etika ketika berhadapan dengan lawan jenis. Keintiman antara perempuan dan laki-laki yang konon sebatas “teman” bisa menimbulkan perasaan tidak wajar antara laki-laki dan perempuan. Bagaimanapun, perzinahan lahir dari hal-hal sepele seperti itu. Mulai dari zina mata, zina hati, zina hati, hingga zina pasangan laki-laki dan perempuan mengarah pada zina yang lebih keji lagi, menjerumuskan mereka ke dalam lubang dosa yang paling dalam. Ketidaktaatan dimulai dengan hal-hal sepele dan kisah cinta remaja yang pada awalnya tampak sederhana. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita, khususnya wanita muslim, untuk selalu menjaga harkat dan martabatnya di hadapan dunia. Fisik yang baik, sikap sopan dan rasa hormat terhadap rasa malu sangat penting bagi seorang wanita Muslim yang menginginkan kesenangan Ilahirabi. Namun lagi-lagi, godaan setan dan zaman yang selalu berubah seringkali menjadi penyebab hilangnya rasa malu dan malu yang seharusnya menjadi mahkota setiap wanita muslimah. itu mungkin beberapa dari sekian banyak alasan yang mendasari mengapa wanita muslimah kehilangan status dan martabatnya yang tinggi.

Orang tua harus selalu menjadi garda terdepan dalam melindungi anak perempuannya dari segala bentuk kemaksiatan. Selain menjelaskan banyak hal di atas, hal terakhir yang penulis sampaikan adalah bahwa perempuan dapat dianggap sebagai bejana gerabah yang indah dan mahal. Kaca harus disimpan dengan hati-hati dan disimpan dalam keadaan bersih, tetapi jika pecah karena penanganan yang ceroboh, ia kehilangan nilainya, dan bahkan jika direkatkan kembali dengan perekat, tidak akan kembali ke bentuk aslinya. Islam tidak memandang rendah wanita. Padahal, Islam telah menjadi jembatan Allah SWT untuk mengangkat derajat perempuan di antara laki-laki pada umumnya. Tidak ada tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah ketika seseorang berada di hadirat Tuhan. Tuhan tidak melihat apakah hanya laki-laki yang berhak atas kemuliaan atau hanya perempuan. Semua orang tinggi dan setara. Oleh karena itu, manusia tidak boleh melupakan kewajibannya kepada Tuhan. Sekali lagi, semua larangan dan perintah yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya adalah untuk kepentingan umat itu sendiri.

 

Buku ini mengedukasi pembaca terutama wanita dengan fakta-fakta, tentunya didukung dengan dalil yang jelas. Tidak hanya itu, penulis juga menambahkan analogi-analogi yang dekat dengan kehidupan manusia terutama wanita pada zaman sekarang ini sehingga lebih mudah dicerna dan difahami oleh pembacanya.Buku “Affaf: Menjaga Kesucian Diri” diperuntukan secara khusus bagi wanita terutama muslimah mulai dari usia remaja hingga dewasa. Hal ini karena bahasannya yang intim dengan kehidupan wanita.

Kelebihan yang dibawa oleh buku ini ada pada cara penyajiannya yang mudah difahami serta detail data-data yang disajikannya. Konten yang dibawa oleh buku ini juga tidakmengesampingkan pihak manapun dan tetap melihat kondisi wanita tidak sebatas pada tuntutan yang mengikutinya saja, namun juga memperhatikan faktor-faktor di luar diri wanita yang kadang tidak sesuai harapan dan belum ideal untuk mendukung pengamalan isi buku ini.

Di samping kelebihan, ada pula kekurangan yang mengiringi buku ini diantaranya adalah terdapat bahasa-bahasa asing berhubungan dengan keagamaan yang kurang dapat difahami oleh pembaca secara umum, serta terdapat beberapa sub bahasan yang tidak terjembatani dengan baik sehingga antar bahasan terkadang kurang terhubung dengan baik.

Rekomendasi serta evaluasi yang dapat diberikan untuk buku ini, pada bagian pemaparan hadist dan ayat-ayat Al-Qur’an yang dicantumkan hendaknya diberikan pula pemaparan lebih rinci, dan hendaknya ayat-ayat tersebut tidak hanya ditulis dengan artinya saja tapi juga dibedah agar pembaca dapat lebih faham maksud dari kalam Allah tersebut untuk kebaikan hidupnya

 

Ulasan resensi oleh: Suci Indrawati Irwan – Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Nasional RI

Informasi Tambahan

Pengarang Muhammad bin Riyadh al-Atsari
Penerbit Perpustakaan Nasional RI
Tahun Terbit 2016
Edisi 1
Kota Soli
Lembar Kerja
Kategori Literatur Sekunder

oleh Suci Indrawati Irwan ()