Misteria [REKAMAN SUARA]

Resensi musik, musik, album musik, musik pop

Deskripsi

DATA BIBLIOGRAFIS

            Judul Album                : Misteria

            Pengarang                   : Goodnight Electric

            Format                        : CD

            Penerbitan                  : Jakarta : HFMF Records, 2020.

            Deskripsi Fisik             : 1 CD : digital, stereo ; 4 3/4 inci

            No. Panggil                  : 781.630 959 8 GOO m

 

Pop, New Wave | 8 lagu | 28 Menit

Dapat diakses di Layanan Audio Visual Lantai 8, Perpusnas Medan Merdeka Selatan

 

RESENSI

Setelah lama vakum, kolektif Goodnight Electric kembali dengan materi lagu dan konsep yang lebih segar di album Misteria. Kali ini Henry Irawan, Mateus Bondan, dan Narpati Awangga mendapat suntikan energi dari tiga personil baru sehingga mengubah formasi mereka menjadi sebuah konsep band yang komplit. Ada Vincent Rompies pada bass, Hans Sabarudin pada gitar dan dibantu backing vocal, Priscilla jamail pada setiap live performance mereka.

Album penuh ketiga setelah tiga belas tahun terpaut ini menunjukkan kematangan dalam eksplorasi musik Goodnight Electric. Nuansa shoe gaze, synth-pop, dan new wave begitu asyik terdengar dan kaya walau kadang terasa kelam dan kompleks.

Mendengar album ini, jangan mengharap nuansa riang, robotik, lagu dengan tempo cepat seperti dua album sebelumnya. Band new wave macam Depeche Mode dan The Cure nampak menjadi pengaruh yang paling kentara dalam album ini.  

'Labuh' mengawali album dengan atmosfer elektronik yang misterius dan meruang dengan sentuhan distorsi yang agak gelap di ujung track. lapisan-lapisan bunyi dimunculkan secara bertahap dan sekuensial.

'misteria' yang bertempo sedang, secara lirik terinspirasi dari rasa keingintahuan seorang anak kecil tentang segala sesuatu yang belum diketahuinya. Sebuah misteri yang ria, seperti yang diakui oleh Henry mengenai liriknya dalam sebuah wawancara di media. Permainan synth yang berlapis, drum elektronik dengan sound yang khas dan gitar meruang cukup apik disajikan. Klop.

'-Dopamin' dimulai dengan gitar distorsi disusul dengan bass dan tamborin lalu suara keyboard synth yang mengingatkan pada nuansa lagu The Cure. Formasi band yang disajikan sungguh mengubah permainan musik kelompok ini 180 derajat. Lagu ini sendiri berkisah tentang kerinduan mendalam terhadap seseorang yang sudah tidak pernah ditemui.

Pada track terakhir, 'VCR’ adalah sebuah lagu menceritakan tentang ketergantungan seseorang terhadap gadget pemutar film ala tahun 1980. Riang gembira dengan bebunyian khas 80’an yang tentunya akan membuat nostalgia begitu terasa bagi sebagian orang yang mendengar.

Jika formasi baru ini bisa mereka pertahankan, saya pikir Goodnight Electric akan memasuki babak baru yang terang dalam perjalanan karir musik mereka. Transformasi musik mereka akan selalu menarik disimak apalagi kehadiran Vincent Rompies dan Priscilla Jamail bisa menjadi sebuah penarik massa dan branding yang ciamik untuk menggaet pendengar muda dan baru.

 

Penulis & desainer:

Umbara Purwacaraka - Pustakawan Ahli Muda, Perpusnas RI

Informasi Tambahan

Pengarang Goodnight Electric
Penerbit HFMF Records
Tahun Terbit 2020
Edisi -
Kota Jakarta
Lembar Kerja
Kategori Literatur Sekunder

oleh Umbara Purwacaraka, S.Ikom. ()