Pemuda [REKAMAN SUARA]

resensi album, musik, musik populer, Indonesia

Deskripsi

DATA BIBLIOGRAFIS    
    Judul Album          : Pemuda
    Pengarang              : Chaseiro
    Format                     : Piringan Hitam (vinyl)
    Penerbitan             : Jakarta : Musica Studio's, 2018
    Deskripsi Fisik      : 1 piringan hitam : analog, 33 1/3 rpm, stereo ; 12 inci
    No. Panggil            : 781.630 959 8 CHA p
    Subjek                     : Musik Populer - Indonesia

Rilis pertama pada tahun 1979. Dirilis ulang dalam format vinyl pada tahun 2018.
Pop | 12 lagu | 44 Menit
*dapat diakses di Layanan Audio Visual Lantai 8, Perpusnas Medan Merdeka Selatan

RESENSI
Band ini terbentuk dari tujuh mahasiwa UI yang tergabung dalam kegiatan folk-song (atau vocal group di masa sekarang), terdiri dari Candra Darusman (Vocals, Keyboards), Helmie Indrakesuma (Vocals), Aswin Sastrowardoyo (Guitar, Vocals), Edwin Hudioro (Flute, Vocal), Irwan Indrakesuma (Vocals), Rizali Indrakesuma (Bass,Vocal), dan Omen Norman Soni Sontani (Vocals) menggunakan inisial nama mereka menjadi sebuah nama sebuah kelompok vokal, Chaseiro.


Tanggal 6 Mei 1978, adalah hari di mana Chaseiro menjadi juara satu festival yang diselenggarakan oleh sebuah radio swasta di Jakarta, Radio Amigos. Maka, dari situlah kiprah kelompok ini mulai berkibar.


Talenta kelompok ini kemudian menjadi perbincangan di kalangan pendengar musik. Tuah mendekat sejak drummer Benny Mustafa mempertemukan Chaseiro dengan Musica Studio. Maka, dalam kurun 1979-1983 Chaseiro merilis empat album bersama perusahaan rekaman tersebut.


Intelektualitas bisa dibilang salah satu kekuatan Chaseiro dalam bermusik: aransemen vokal, musik, dan penulisan lirik. Harmonisasi vokal para personel Chaseiro pun telah melekat sebagai ciri khas kelompok ini. Melodi musik dibuat manis dengan memasukkan nuansa jazz, bossanova dan latin. Dari tema lirik Chaseiro banyak menyampaikan pesan dan harapan positif serta cinta kasih terhadap sesama. Candra Darusman menulis lagu 'Pemuda' terinspirasi dari gejolak di tahun 1978, saat maraknya demonstrasi mahasiswa terhadap pemerintah yang berkuasa saat itu. Keluar dengan pesan dan momen yang tepat akhirnya lagu tersebut meledak di pasaran. Simak kutipan liriknya:


Pemuda, kemana langkahmu menuju?
Apa yang membuat engkau ragu?
Tujuan sejati menunggumu sudah
Tetaplah pada pendirian semula


Sebuah pesan introspektif kepada tujuan.

Bersatulah semua seperti dahulu
Lihatlah ke muka
Keinginan luhur 'kan terjangkau semua


Menyempilkan harapan terhadap perjuangan pemuda di tengah-tengah kekacauan situasi dan kondisi sosial-politik.


Kesebelas lagu lain di album ini pun tak kalah asyik. Didominasi dengan alunan yang membuat pinggang berjoget, bernuansa ceria, dengan komposisi bossanova yang kental dan alunan flute yang syahdu. Album yang tak lekang oleh waktu.


Jika Anda bisa mendengar dalam format piringan hitam adalah sebuah kebahagiaan yang lebih. Detail bunyi instrumen musik terutama keyboard, bas, drum, dan vokal akan terasa lebih tajam selayaknya menyaksikan konser di depan mata kita.


Penulis & desainer:
Umbara Purwacaraka – Pustakawan Ahli Muda, Perpusnas RI

Informasi Tambahan

Pengarang Chaseiro
Penerbit Musica Studio's
Tahun Terbit 2017
Edisi -
Kota Jakarta
Lembar Kerja
Kategori Literatur Sekunder

oleh Umbara Purwacaraka, S.Ikom. ()