Jakarta - Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada pasal
1 ayat (5) menyebutkan bahwa Perpustakaan Nasional adalah lembaga pemerintah
non kementerian (LPNK) sebagai pelaksana pemerintahan dalam bidang perpustakaan
yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan
deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring
perpustakaan. Berkaitan dengan fungsi sebagai perpustakaan rujukan dan
perpustakaan penelitian, Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) mempunyai
tanggung jawab menjamin tersedianya koleksi yang lengkap sesuai kebutuhan
pemustaka. Dalam rangka mewujudkan kedua fungsi tersebut, pada 2 Juli 2021
Perpusnas menerima kunjungan dari PT. Enam Kubuku Indonesia di Gedung Fasilitas
Layanan Perpusnas, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Agenda kunjungan
adalah kolaborasi buku digital (Kubuku E-Resources) dengan
Perpusnas yang dihadiri oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif
Bando, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Ofy
Sofiana, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Deni
Kurniadi, Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Emyati Tangke
Lembang, dan Kepala Pusat Pusat Data dan Informasi Taufiq Abdul Gani. PT. Enam Kubuku Indonesia melalui CEO-nya Jozep Edyanto menawarkan enam Executive
Summary dari aplikasi buku digitalnya (Kubuku E-Resources),
yaitu Security, Flexibility, Excellent Service, Library Network, App
Feature, dan Perpusnas Video Conference.1. Security,
yaitu dengan menerapkan Digital Right Management (DRM) dalam
pengelolaan konten sehingga menjamin keamanan data konten maupun pengguna
(Reader ePub3).2. Flexibility,
yaitu membuat fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan Perpusnas, baik program
kerja yang sudah ada maupun program kerja yang sudah direncanakan ke depan.
Seperti fitur User Interface yang didesain secara khusus sehingga
terlihat lebih eksklusif dan fitur yang menghubungkan antara perpustakaan
digital provinsi dan perpustakaan digital yang ada di bawah provinsi tersebut.3. Excellent
Service, yaitu menyediakan servis khusus yang akan menangani keluhan
aplikasi dan konsultasi teknologi untuk memberikan masukan-masukan dalam hal
pengembangan teknologi ke depannya.4. Library
Network, yaitu koneksi perpustakaan yang menghubungkan 1.600
perpustakaan yang sudah menggunakan platform Kubuku.5. App
Feature, yaitu fitur yang terdiri dari pencarian kata yang terindeks di
semua halaman buku. Fitur anotasi berupa catatan pribadi dan highlight
pada konten buku. Fitur share yang membagikan kutipan lengkap dengan
informasi buku. Fitur daftar pustaka yang dilengkapi dengan enam style
daftar Pustaka, di antaranya adalah MLA Style, Turabian Style, APA Style,
Harvard Style, IEEE Style, dan Chicago Style.6. Perpusnas
Video Conference, yaitu kegiatan yang digunakan untuk pembinaan
perpustakaan di seluruh Indonesia dan peningkatan literasi digital yang telah
menjadi salah satu tugas utama Perpusnas, dan juga bisa digunakan untuk seminar
literasi, baik yang diselenggarakan Perpusnas maupun stakeholder
terkait.Upaya kolaborasi ini mendapat tanggapan dari Perpusnas. Pertama adalah tanggapan
dari Kepala Perpusnas yang menginginkan bahwa aplikasi Kubuku ini harus sustainable
dan berproduktivitas, copyright harus bisa dinikmati oleh orang banyak,
konten harus berbahasa Indonesia, dan sejalan dengan program Pemerintah, yaitu
membangun SDM yang unggul. Tanggapan kedua datang dari Deni Kurniadi, yaitu
penggunaaan buku digital akan sangat baik apabila sudah dipakai oleh berbagai
daerah, seperti aplikasi Candil di Jawa Barat. Selain itu menurutnya aplikasi
Kubuku harus bisa melengkapi aplikasi iPusnas yg sudah dimiliki oleh Perpusnas. Tanggapan berikutnya adalah dari Ofy Sofiana, menurutnya aplikasi Kubuku
adalah aplikasi buku digital dengan fitur yg luar biasa. Perpusnas sudah
mempunyai iPusnas yang bisa diakses dengan menggunakan smartphone,
tetapi yang menarik dari aplikasi Kubuku adalah fitur video konferensi, yang
pada era pandemi seperti sekarang ini akan sangat berguna. Ini akan membantu
pertemuan-pertemuan yang intensif, baik dalam skala kecil maupun besar, sehingga
tidak perlu lagi untuk pergi ke tempat-tempat yang jauh, misalnya daerah ujung
timur Indonesia.
Selanjutnya Emyati Tangke Lembang menginginkan agar file buku digital
tersebut bisa diunduh ke dalam server Perpusnas sehingga memudahkan
untuk temu kembali apabila dibutuhkan dan juga dapat dijadikan sebagai aset
Perpusnas. Sementara itu Taufiq Abdul Gani menginginkan agar aplikasi dapat diunduh
dengan mudah di smartphone seperti di Playstore atau Appstore dan file
buku digital tersebut dapat dimiliki seterusnya (perpetual) oleh Perpusnas.
04 August 2021
Penulis : Ramadhani Mubaraq
()
Editor : Dedy Junaedhi Laisa
()