1917 [REKAMAN VIDEO]

resensi film, film, film perang

Deskripsi

DATA BIBLIOGRAFIS

            Judul Film                    : 1917

            Pengarang                   : Sam Mendes

            Format                          : Bluray

            Penerbitan                  : California : Universal Studios, 2020.

            Deskripsi Fisik             : 1 Bluray : digital, stereo : 4 3/4 inci +

            No. Panggil                  : 791.436 581 NIN

 

AS & Inggris | Perang, Aksi, Drama.

119 menit.

Sutradara: Sam Mendes | Penulis: Sam Mendes | Produser: Sam Mendes | Pemain: George MacKay, Dean-Charles Chapman, Mark Strong, Andrew Scott, Benedict Cumberbatch | Studio: Neal Street Productions, DreamWorks Pictures |

 

RESENSI

Sebuah keputusan tepat yang dilakukan oleh sutradara Sam Mendes untuk menggandeng sinematografer handal nan legendaris, Roger Deakins.  Hasilnya, piala Oscar kategori sinematografi terbaik berhasil digondol film 1917 ini.  Ini adalah kali kedua Deakins mendapat piala Oscar dalam kategori sinematografi terbaik. Yang pertama ia gondol dalam film Blade Runner 2049 besutan Denis Villeneuve. Jika ditotal, telah lima belas kali Roger Deakins mendapat nominasi Oscar sepanjang karirnya untuk kategori sinematografi terbaik. Sebuah pencapaian yang tentu luar biasa. Belum ada yang mampu menyamai rekor tersebut.

Film ini menjadi istimewa karena ada beberapa faktor. Yang pertama, pengambilan gambar 1917 dikonsep seperti one continuous shot, artinya bukan berarti selama 119 menit diambil dalam satu take, tetapi dengan teknik editing yang luar biasa piawai serta konsep sinematografi Deakins (yang menjadi salah satu terbaik hingga saat ini) seolah-olah kita menyaksikan dari awal hingga akhir film dalam satu take  tidak terputus. Sungguh usaha yang gila! 

Faktor kedua, desain produksi film ini luar biasa megah dan dipersiapkan dengan matang.  Sam Mendes menunjuk Dennis Gassner, desainer film yang telah sering bekerjasama dengannya. Kali ini desain produksi 1917 bisa dibilang ambisius karena Dennis membangun model 3D untuk keseluruhan set film yang diambil di sebuah daerah terpencil di Prancis. Dengan model 3D tersebut, Sam Mendes dan Roger Deakins bisa melakukan simulasi bagaimana nanti angle akan diambil, pergerakan kamera, blocking para pemain, hingga efek-efek tertentu yang dibuat secara mekanik/manual. Tak ketinggalan juga pembuatan parit perlindungan para tentara yang mencapai hampir 1600 meter. Hal itu semua dilakukan untuk memuluskan konsep 'one continuous shot' dari sang sutradara.

Faktor ketiga, yang masih berkaitan dengan kedua faktor di atas yaitu sesi latihan (rehearsal) yang mencapai empat bulan lamanya, baik itu di studio latihan maupun di set-nya langsung. Semua dialog pemain dan blocking benar-benar dilatih sangat matang sehingga ketika pengambilan gambar di hari H semua pemain dan segenep kru telah paham dan tidak butuh banyak take.

1917 sebenarnya mempunyai plot cerita yang sederhana. William Schofield dan Thomas Blake, kopral yang ditugaskan untuk mengirimkan pesan penting ke Devonshire, di mana 1.600 pasukan sedang bersiap melakukan penyerangan ke kubu lawan yang ternyata hal tersebut adalah sebuah rencana jebakan dari Jerman. Will dan Tom harus menyampaikan pesan tersebut sebelum matahari terbit atau mereka akan kehilangan ribuan pasukan, termasuk kakak Tom, Joseph Blake.  Berkejaran dengan waktu, angle kamera yang sempit, dengan konsep one continuous shot, serta scoring musik yang tepat guna membuat penonton seakan ikut serta bersama kedua pemeran tadi dalam melakukan misinya. Ketegangan yang begitu nyata secara intens menjamin penonton tidak beranjak dari kursi dan tenggelam di tiap adegan-adegannya. imersif.

Film-film perang lain mungkin menjual skrip yang kompleks, intrik politik ataupun efek 3D yang canggih. Tidak begitu dengan 1917. Ia menjual pengalaman menonton yang segar dan baru untuk sebuah film perang karena penonton akan dibawa seperti walktrough dalam sebuah game dengan sudut pandang orang ketiga.

Selain kru, kameramen dan properti yang yahud, George MacKay dan Dean-Charles Chapman pemeran William Schofield dan Thomas Blake juga patut diapresiasi karena stamina mereka dalam mengeksekusi setiap adegan. Mereka berlari, melewati pagar berduri, hingga berenang di sungai berarus kencang sungguhan dan tetap memerankan karakter serta menyuguhkan dialog dalam satu take yang panjang. Keduanya tampak luwes berakting dan menyesuaikan diri dengan posisi kamera di tengah-tengah tekanan medan syuting yang terasa sangat realistis. Karakter kedua pemain tersebut dibuat tidak sempurna. Layaknya manusia biasa, mereka punya rasa takut dalam menjalani misi,  kepribadian yang cerewet tidak bisa berhenti bicara atau sisi konyol nan humoris. 

1917 merupakan salah satu film terbaik di tahun 2019. Pengalaman yang tak akan terlupa jika Anda bersedia menontonnya.

 

Penulis & desainer:

Umbara Purwacaraka - Pustakawan Ahli Muda, Perpusnas RI

Informasi Tambahan

Pengarang Sam Mendes
Penerbit Universal Studios
Tahun Terbit 2020
Edisi -
Kota Los Angeles
Lembar Kerja
Kategori Literatur Sekunder

oleh Umbara Purwacaraka, S.Ikom. ()